Sabtu, 07 Oktober 2017

MANAJEMEN PROYEK&RESIKO





RUANG LINGKUP MANAJEMEN

PENGERTIAN MANAJEMEN SECARA LUAS
Manajemen berasal dari kata latin yaitu “manus” yang artinya “to control by hand” atau “gain result”. Manajemen dapat didefinisi sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpin, dan pengontrolan untuk optimasi penggunaan sember-sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien”.
Manajemen memiliki arti yaitu memimpin, mengusahakan, mengendalikan, mengurus, serta mengelola. Pengertian manajemen secara etimologis adalah suatu seni melaksanakan serta mengatur.

MANAJEMEN RESIKO
Di sekitar tahun 1980-an mulai dikenal tentang manajemen risiko. Manajemen risiko adalah suatu metode yang disusun secara logis dan sistematis dari suatu rangkaian kegiatan: penetapan konteks, identifikasi, analisa, evaluasi, pengendalian serta komunikasi risiko.

Proses ini dapat diterapkan di semua tingkatan kegiatan, jabatan, proyek, produk ataupun asset. Manajemen risiko dapat memberikan manfaat optimal jika diterapkan sejak awal kegiatan. Walaupun demikian manajemen risiko seringkali dilakukan pada tahap pelaksanaan ataupun operasional kegiatan.

Tujuan dari manajemen risiko adalah miminimalisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan ataupun peluang.
        
Terdapat empat prasyarat utama manajemen resiko, yaitu:

1. Kebijakan Manajemen Risiko
Eksekutif organisasi harus dapat mendefinisikan dan membuktikan kebenaran dari kebijakan manajemen risikonya, termasuk tujuannya untuk apa, dan komitmennya.
Kebijakan manjemen risiko harus relevan dengan konteks strategi dan tujuan organisasi, objektif dan sesuai dengan sifat dasar bisnis (organisasi) tersebut. Manejemen akan memastikan bahwa kebijakan tersebut dapat dimengerti, dapat diimplementasikan di setiap tingkatan organisasi.

2. Perencanaan Dan Pengelolaan Hasil  

  • Komitmen Manajemen; Organisasi harus dapat memastikan bahwa:
a)      Sistem manejemen risiko telah dapat dilaksanakan, dan telah sesuai dengan standar
b)      Hasil/ performa dari sistem manajemen risiko dilaporkan ke manajemen organisasi, agar dapat digunakan dalam meninjau (review) dan sebagai dasar (acuan) dalam pengambilan keputusan.

  • Tanggung jawab dan kewenangan; Tanggung jawab, kekuasaan dan hubungan antar anggota yang dapat menunjukkan dan membedakan fungsi kerja didalam manajemen risiko harus terdokumentasikan khususnya untuk hal-hal sebagai berikut:

a)      Tindakan pencegahan atau pengurangan efek dari risiko.
b)      Pengendalian yang akan dilakukan agar faktor risiko tetap pada batas yang masih dapat diterima.
c)      Pencatatan faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan manajemen risiko.
d)     Rekomendasi solusi sesuai cara yang telah ditentukan.
e)      Memeriksa validitas implementasi solusi yang ada.
f)       Komunikasi dan konsultasi secara internal dan eksternal.


  • Sumber Daya Manusia;
Organisasi harus dapat mengidentifikasikan persyaratan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualifikasi SDM perlu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang relevan dengan pekerjaannya seperti pelatihan manajerial, dan lain sebagainya.

3. Implementasi Program
Sejumlah langkah perlu dilakukan agar implementasi sistem manajemen risiko dapat berjalan secara efektif pada sebuah organisasi. Langkah-langkah yang akan dilakukan tergantung pada filosofi, budaya dan struktur dari organisasi tersebut.

4. Tinjauan Manajemen
Tinjauan sistem manajemen risiko pada tahap yang spesifik, harus dapat  memastikan kesesuaian kegiatan manajemen risiko yang sedang dilakukan dengan standar yang digunakan dan dengan tahap-tahap berikutnya.
Manajemen risiko adalah bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen proses. Manajemen risiko adalah bagian dari proses kegiatan didalam organisasi dan pelaksananya terdiri dari mutlidisiplin keilmuan dan latar belakang, manajemen risiko adalah proses yang berjalan terus menerus.

RUANG LINGKUP MANAJEMEN

Dalam cakupan luas, ruang lingkup manajemen terdiri dari 2 jenis, yaitu ruang lingkup luar (eksternal) dan ruang lingkup dalam (internal).

Lingkungan Luar (Eksternal) terdiri dari :
·         Lingkungan Umum, meliputi ekonomi, politik, hukum, sosio cultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan alam.
·         Lingkungan Khusus (Tugas), meliputi pemilik (stockholder), customer, klien, pemasok (suplier), pesaing, suplai tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan serikat pekerja.


Lingkungan Dalam (Internal) terdiri dari :
·         Manusia (specialized dan manajerial personal).
·         Financial (sumber, alokasi, dan contol dana).
·         Fisik (gedung, kantor, dll).
·         Sistem dan Teknologi.
·         Sistem Nilai dan Budaya Organisasi.

Adapula yang ruang lingkup dalam bidang manajemen resiko

Ruang lingkup proses manajemen risiko terdiri dari:


  • ·         Penetapan tujuan
Menetapkan strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan dilakukan.

  • ·         Identifikasi risiko
Mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut.
  • ·         Analisis risiko
Dilakukan dengan menentukan tingkatan probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi. Kemudian ditentukan tingkatan risiko yang ada dengan mengalikan kedua variabel tersebut (probabilitas X konsekuensi).
  • ·         Evaluasi risiko
Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar.Setelah itu tingkatan risiko yang ada untuk beberapa hazards dibuat tingkatan prioritas manajemennya.Jika tingkat risiko ditetapkan rendah, maka risiko tersebut masuk ke dalam kategori yang dapat diterima dan mungkin hanya memerlukan pemantauan saja tanpa harus melakukan pengendalian.
  • ·         Pengendalian risiko
Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi yang ada dengan menggunakan berbagai alternatif metode, bisa dengan transfer risiko, dan lain-lain
  • ·         Monitor dan Review
Monitor dan review terhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan.
  • ·         Komunikasi dan konsultasi
Komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan internal dan eksternal untuk tindak lanjut dari hasil manajemen risiko yang dilakukan.

Sumber:

  • http://kaidahs.blogspot.co.id/2014/11/ruang-lingkup-manajemen-risiko.html 
  • https://harryprakoso44.wordpress.com/2014/03/13/softskill-menejemen-umum-ruang-lingkup-manajemen/
  • http://fantasticrana.blogspot.co.id/2014/11/tugas-softskill.html

Senin, 17 April 2017

Tips for Listening Section - TOEFL

Tips for Tackling the Listening Section
Here are five tips to help you be ready for the Listening section:
1.      Take notes while you listen. Only the major points will be tested, so do not try to write down every detail. After testing, notes are collected and shredded before you leave the test center.
2.      Pay attention to the speaker’s tone of voice. For instance, whether the speaker sounds excited, sad or confused can help you answer questions that are about the speaker’s attitude or opinion.
3.      When listening to a lecture, make note of the way the lecture is organized and the way the ideas in the lecture are connected. Referring back to your notes will help you answer questions about overall organization.
4.      If you are unsure of the correct response, try to figure out which choice is most consistent with the main idea of the conversation or lecture.
5.      Listening questions must be answered in order. Once you click on OK, you cannot go back to a previous question.
Don’t forget to continue to build your English skills by listening to movies, TV and the radio in English. Doing this regularly will have a great impact.
Tips for Listening for Pragmatic Understanding
Here are four tips to help develop these types of listening skills:
1.      Think about what each speaker hopes to accomplish. What is the purpose of the speech or conversation?
2.      Learn to pay attention to the speaker’s tone of voice. Is the language formal or casual? Is the speaker’s voice calm or emotional?
3.      Notice the speaker’s degree of certainty. How sure is the speaker about the information? Does the speaker’s tone of voice indicate something about his or her degree of certainty?
4.      Pay attention to the way stress and intonation patterns are used to convey meaning. Replay segments multiple times, listening for shades of meaning. This will help you understand a speaker’s point of view.
In general, be sure to listen to different kinds of material on a variety of topics to build your listening skills. Start with television shows and movies, then move on to programs with academic content, such as NPR and BBC broadcasts. Practicing listening will not only help you succeed on the TOEFL® test, it will be invaluable preparation for your journey abroad!
To maintain and enhance your solid skills, here are some points to keep in mind for the future.
1.     Use the resources in your community to practice listening to English.
§  Visit places in your community where you can hear English spoken.
o    Go to an English school, an embassy or an English-speaking Chamber of Commerce.
o    Go to a museum and take an audio tour in English.
o    Follow a guided tour in English of your city.
o    Call or visit a hotel where tourists stay and get information in English about room rates, hotel availability or hotel facilities.
o    Call and listen to information recorded in English, such as a movie schedule, a weather report or information about an airplane flight.
§  Watch or listen to programs recorded in English.
o    Watch television programs.
·         CNN, the Discovery Channel or National Geographic
·         Watch movies, soap operas or situation comedies
o    Rent videos or go to a movie in English.
o    Listen to a book on tape in English.
o    Listen to music in English and then check your accuracy by finding the lyrics on the Internet (e.g., www.lyrics.com).
§  Go to Internet sites to practice listening.
o    National Public Radio (www.npr.org)
o    CBS News (www.cbsnews.com)
o    Randall's Cyber Listening Lab (www.esl-lab.com)
o    BBC World Service.com Learning English (www.bbc.co.uk/worldservice/learningenglish)
§  Get CDs with full-length lectures. Full-length lectures/presentations are available from UC Berkeley.
§  Practice speaking English with others.
o    Look for a conversation partner and exchange language lessons with an English speaker who wants to learn your language.
2.     Begin to prepare for academic situations.
§  Visit academic classes, cultural centers, or museums where people are invited to talk in English about their work.
o    Before you listen to a lecture in English, read assigned chapters or background information on academic topics.
o    Visit lectures on a wide variety of topics.
§  Record lectures or presentations and replay them several times.
o    Listen to different types of talks on various topics, including subjects in which you have limited or little background.
o    Listen to short sections several times until you understand the main points and the flow of ideas.
o    Stop the recording in the middle and predict what will come next.
o    Practice listening to longer lectures.
§  Become familiar with the organization or structure of lectures.
o    Pay attention to the structure.
·         lecture or presentation — introduction, body, and conclusion
·         narrative story — beginning, middle, and end
o    Learn to recognize different styles of organization.
·         theory and evidence
·         cause and effect
·         steps of a process
·         comparison of two things
§  Think carefully about the purpose of a lecture.
o    Try to answer the question, "What is the professor trying to accomplish in this lecture?"
o    Write down only the information that you hear. Be careful not to interpret information based on your personal understanding or knowledge of the topic.
·         Answer questions based on what was actually discussed in the talk
§  Develop a note-taking strategy to help you organize information into a hierarchy of main points and supporting details.
o    Make sure your notes follow the organization of the lecture.
o    Listen for related ideas and relationships within a lecture and make sure you summarize similar information together.
o    Use your notes to write a summary.
3.     Listen for signals that will help you understand the organization of a talk, connections between ideas, and the importance of ideas.
§  Listen for expressions and vocabulary that tell you the type of information being given.
o    Think carefully about the type of information that these phrases show.
·         opinion (I think, It appears that, It is thought that)
·         theory (In theory)
·         inference (therefore, then)
·         negatives (not, words that begin with "un," "non," "dis," "a")
·         fillers (non-essential information) (uh, er, um)
o    Identify digressions (discussion of a different topic from the main topic) or jokes that are not important to the main lecture [It’s okay not to understand these!]
§  Listen for signal words and phrases that connect ideas in order to recognize the relationship between ideas.
o    Think carefully about the connection between ideas that these words show.
·         reasons (because, since)
·         results (as a result, so, therefore, thus, consequently)
·         examples (for example, such as)
·         comparisons (in contrast, than)
·         an opposing idea (on the other hand, however)
·         another idea (furthermore, moreover, besides)
·         a similar idea (similarly, likewise)
·         restatements of information (in other words, that is)
·         conclusions (in conclusion, in summary)
§  Pay attention to intonation and other ways that speakers indicate that information is important.
o    Listen for emotions expressed through changes in intonation or stress.
·         Facial expressions or word choices can indicate excitement, anger, happiness, frustration, etc.
o    Listen how native speakers divide long sentences into "thought groups" to make them easier to understand. (A thought group is a spoken phrase or short sentence. Thought groups are separated by short pauses.)
·         Listen to sets of thought groups to make sure you get the whole idea of the talk
o    Listen for important key words and phrases which are often ...
·         repeated
·         paraphrased (repeated information but using different words)
·         said louder and clearer
·         stressed
o    Listen for pauses between important points.
·         In a lecture, pay attention to words that are written on the board.
Note: References to other sources and Internet sites are provided as a service and should not be understood as endorsements of their content.

Minggu, 08 Januari 2017

Metode-Metode Peramalan Trend Linier

PENGERTIAN :

Peramalan (forecasting) : adalah seni dan ilmu memprediksi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dengan menggunakan data historis dan memproyeksikannya ke masa depan dengan beberapa bentuk model matematis.
Untuk melakukan peramalan diperlukan metode tertentu dan metode mana yang digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan yang hendak dicapai. Dalam prakteknya terdapat berbagai metode peramalan antara lain :

  • Peramalan berdasarkan jangka waktu :
1. Peramalan jangka pendek ( kurang satu tahun, umumnya kurang tiga bulan : digunakan untuk rencana pembelian, penjadwalan kerja, jumlah TK, tingkat produksi),
2. Peramalan jangka menengah ( tiga bulan hingga tiga tahun : digunakan untuk perencanaan penjualan, perencanaan dan penganggaran produksi dan menganalisis berbagai rencana operasi),
3. Peramalan jangka panjang ( tiga tahun atau lebih, digunakan untuk merencanakan produk baru, penganggaran modal, lokasi fasilitas, atau ekspansi dan penelitian serta pengembangan).
  • Peramalan berdasarkan rencana operasi
  1. Ramalan ekonomi  : membahas siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi dan indikator perencanaan lainnya,
  2. Ramalan teknologi :       berkaitan dengan tingkat kemajuan teknologi dan  produk baru,
  3. Ramalan permintaan : berkaitan dengan proyeksi permintaan terhadap produk perusahaan. Ramalan ini disebut juga ramalan penjualan, yang mengarahkan produksi, kapasitas dan siatem penjadualan perusahaan.

  • Peramalan berdasarkan metode / pendekatan :
1. Peramalan kuantitatif, menggunakan berbagai model matematis atau metode statistik dan  data historis dan atau variabel-variabel kausal untuk meramalkan permintaan.
2. Peramalan kualitatif, menggunakan intuisi, pengalaman pribadi dan berdasarkan pendapat (judment) dari yang melakukan peramalan.

METODE PERAMALAN :
Peramalan berdasarkan metode terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Metode Kuantitatif
  • Metode Peramalan Kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu :
  1. Model seri waktu / metode deret berkala (time series)  metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu,
  2. Model / metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa variabel bebas (independent variable).
1. Model Seri Waktu / Metode deret berkala, terbagi menjadi :
  1. Rata-rata bergerak (moving averages),
  2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
  3. Proyeksi trend (trend projection)
Penjelasan:
1. Rata-rata bergerak (moving averages),
  • Rata-Rata Bergerak Sederhana (simple moving averages) : bermanfaat jika diasumsikan bahwa permintaan pasar tetap stabil  :
  • Rata-Rata Bergerak Tertimbang (weighted moving averages) : apabila ada pola atau trend yang dapat dideteksi, timbangan bisa digunakan untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada nilai baru :
2. Penghalusan eksponensial (exponential smoothing),
Penghalusan Eksponensial : metode peramalan dengan menambahkan parameter alpha dalam modelnya untuk mengurangi faktor kerandoman. Istilah eksponensial dalam metode ini berasal dari pembobotan/timbangan (faktor penghalusan dari periode-periode sebelumnya yang berbentuk eksponensial.
3. Proyeksi trend (trend projection)
Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.

2. Model / metode kausal (causal/explanatory model)
Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi buakn waktu. Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :
  1. Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
  2. Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
  3. Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.
Peramalan menggunakan metode regresi:
Penggunaan metode ini didasarkan kepada variabel yang ada dan yang akan mempengaruhi hasil peramalan.
Hal- hal yang perlu diketahu sebelum melakukan peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu mengetahui kondisi- kondisi seperti :
  1. Adanya informasi masa lalu
  2. Informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan)
  3. Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang akan datang.
Adapun data- data yang ada dilapangan adalah :
  1. Musiman (Seasonal)
  2. Horizontal (Stationary)
  3. Siklus (Cylikal)
  4. Trend
Dalam menyusun ramalan pada dasarnya ada 2 macam analisis yang dapat digunakan yaitu :
  1. Analisi deret waktu(Time series), merupakan analisis antaravariabel yang dicari dengan variabel waktu
  2. Analisis Cross Section atau sebab akibat (Causal method), merupakan analisis variabel yang dicari dengan variabel bebas atau yang mempengaruhi.
Ada dua pendekatan untuk melakukan peramalan dengan menggunakan analisis deret waktu dengan metode regresi sederhana yaitu :
  1. Analisis deret waktu untuk regresi sederhana linier
  2. Analisis deret untuk regresi sederhana yang non linier
Untuk menjelaskan hubungan kedua metode ini kita gunakan notasi matematis seperti:
Y = F (x)
Dimana :
Y = Dependent variable (variabel yang dicari)
X = Independent variable (variabel yang mempengaruhinya)
Notasi regresi sederhana dengan menggunakan regresi linier (garis lurus) dapat digunakan sebagai berikut :
Y = a + b x
Dimana a dan b adalah merupakan parameter yang harus dicari. Untuk mencari nilai a dapat digunakan dengan menggunakan rumus :


kemudian nilai b dapat dicari dengan rumus :

2. Metode Kualitatif
Metode kualitatif umumnya bersifat subjektif, dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalamanseseorang. Oleh karena itu hasil peramalan dari satu orang dengan orang lain dapat berbeda. Meskipun demikian, peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu :
  1. Juri dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.
  2. Gabungan Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.
  3. Metode Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.
  4. Survai Pasar (market survey) : Masukan diperoleh dari konsumen atau konsumen potensial terhadap rencana pembelian pada periode yang diamati. Survai dapat dilakukan dengan kuesioner, telepon, atau wawancara langsung.
Memantau Ramalan
  • Bila peramalan sudah selesai, yang paling adalah tidak melupakannya. Sangat jarang manajer yang ingin mengingat bila hasil ramalan mereka sangat tidak akurat, tetapi perusahaan perlu menentukan mengapa permintaan aktual (variabel yang diuji) secara signifikan berbeda dari yang diproyeksikan.
  • Salah satu cara untuk memantau peramalan  guna menjamin keefektifannya adalah menggunakan isyarat arah.
  • Isyarat Arah (Tracking Signal) : adalah pengukuran tentang sejauh mana ramalan memprediksi nilai aktual dengan baik
  • Isyarat Arah, dihitung sebagai jumlah kesalahan ramalan berjalan (running sum of the forecast error, RSFE) dibagi dengan deviasi absolut mean (MAD)
Prosedur Peramalan
Dalam melakukan peramalan terdiri dari beberapa tahapan khususnya jika menggunakan metode kuantitatif. Tahapan tersebut adalah:
  1. Mendefinisikan Tujuan Peramalan
Misalnya peramalan dapat digunakan selama masa pra-produksi untuk mengukur tingkat dari suatu permintaan.
  1. Membuat diagram pencar (Plot Data)
Misalnya memplot demand versus waktu, dimana demand sebagai ordinat (Y) dan waktu sebagai axis (X).
       3.      Memilih model peramalan yang tepat
Melihat dari kecenderungan data pada diagram pencar, maka dapat dipilih beberapa model peramalan yang diperkirakan dapat mewakili pola tersebut.
  1. Melakukan Peramalan

  1. Menghitung kesalahan ramalan (forecast error)
Keakuratan suatu model peramalan bergantung pada seberapa dekat nilai hasil peramalan terhadap nilai data yang sebenarnya. Perbedaan atau selisih antara nilai aktual dan nilai ramalan disebut sebagai “kesalahan ramalan (forecast error)” atau deviasi yang dinyatakan dalam:
et = Y(t) – Y’(t)
Dimana : Y(t)  = Nilai data aktual pada periode t
Y’(t) = Nilai hasil peramalan pada periode t
t       = Periode peramalan
Maka diperoleh Jumlah Kuadrat Kesalahan Peramalan yang disingkat SSE (Sum of Squared Errors) danEstimasi Standar Error (SEE – Standard Error Estimated)
SSE = S e(t)2 = S[Y(t)-Y’(t)]2
  1. Memilih Metode Peramalan dengan kesalahan yang terkecil.
Apabila nilai kesalahan tersebut tidak berbeda secara signifikan pada tingkat ketelitian tertentu (Uji statistik F), maka pilihlah secara sembarang metode-metode tersebut.
  1. Melakukan Verifikasi
Untuk mengevaluasi apakah pola data menggunakan metode peramalan tersebut sesuai dengan pola data sebenarnya.
METODE PERAMALAN LAINNYA
  • Metode Market Experiment (Percobaan Pasar)
Yaitu suatu cara untuk membuat peramalan permintaan dengan melakukan uji coba pada segmen atau bagian pasar tertentu. Uji coba dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan. Metode ini biasanya digunakan untuk produk baru atau produk yang mengalami inovasi atau pengembangan.
–          Contoh: Pada produk Rokok Halim diberikan kepada konsumen secara gratis selama 1 bulan di berbagai tempat untuk mengetahui respon konsumen terhadap produk tersebut atau memberi diskon saat produk ini launching. Setelah respon masyarakat bagus, lalu Hilam dijual secara bertahap yaitu Rp 2.500,00 lalu dijual secara stabil pada harga Rp 4.000,00 karena termasuk produk baru oleh karena itu tetap dijual di bawah harga pasar agar dapat menarik minat konsumen.
  • Metode Peramalan Dengan Pendekatan Marketing Research

Dalam melakukan peramalan permintaan konsumen, berbagai metode dapat digunakan terutama dengan pendekatan penelitian pemasaran (Marketing Research) karena bagian pemasaranlah yang secara langsung berhubungan dengan konsumen. Metode peramalan yang sering digunakan yaitu:
– Survey Pelanggan
Survey pelanggan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui sikap dan persepsi konsumen atau pelanggan dengan cara mewawancarai konsumen secara langsung atau memberikan kuisioner yang sudah dipersiapkan. Biasanya juga disertakan nomer telephone atau alamat pada suatu produk agar konsumen bisa secara leluasa menyampaikan saran ataupun kritik.

DAFTAR PUSTAKA
http://marcoturnip.blog.widyatama.ac.id/2015/09/27/metode-peramalan-forecasting/

Distribusi Peluang Teoritis

DISTRIBUSI PELUANG TEORITIS (DISTRIBUSI KEMUNGKINAN TEORITIS)

PENGERTIAN :
Pengertian Distribusi Peluang Teoritis atau Distribusi kemungkinan Teoritis, adalah merupakan distribusi (tingkat penyebaran) dari suatu kejadian yang dapat diharapkan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan teoritis.

CONTOH SOAL :
Diantara pelemparan suatu buah mata uang koin sebanyak 200 X dan hasilnya adalah : Tampak huruf (H) = 120 kali (frekuensi sebenarnya) Tampak gambar (G) = 80 kali (frekuensi sebenarnya) Tentu kita mengharapkan bobot yang seimbang, yaitu kejadian tampak huruf (H) = 100 kali dan nampak gambar (G) = 100 kali, yang merupakan frekuensi yang diharapkan. Kedua jenis frekuensi tersebut, jika kita buat tabel, menjadi sebagai berikut : Peristiwa H G Frekuensi Sebenarnya 120 80 Frekuensi Yang Diharapkan 100 100 Contoh kejadian selanjutnya mengenai pelemparan 3 buah mata uang. Pelemparan 3 buah mata uang yang di toss sekaligus, maka kejadian peluangnya adalah : HHH, HHG, HGH, GHH, HGG, GHH, GHG, GGH, GGG. Tabel peluangnya adalah sebagai berikut Nampak Gambar (G) 0 1 ( nampak 1 G) 2 ( nampak 2 G) 3 (nampak 3 G) Frekuensi Ynag Diharapkan 1/8 3/8 3/8 1/8 Secara umum, frekuensi yang diharapkan dinyatakan dengan notasi P(X) dan peristiwa itu sendiri dinyatakan dengan X, sehingga tabel diatas menjadi : X 0G 1G 2G 3G P(X) 1/8 3/8 3/8 1/8 Distribusi Kemungkinan Teoritis terbagi menjadi 1. Variabel Random Distrit : Nilai kemungkinan dari seluruh event = ∑ ( ) Distribusi Binomial Distribusi Poisson Distribusi Multinomial Distribusi Hipergeometik ( ) 2. Variabel Random Kontinu Nilai kemungkinan dari seluruh event = ∫ Distribusi Normal Distribusi t Distribusi Fisher Distribusi Chi-square I.

DAFTAR PUSTAKA
http://dokumen.tips/documents/distribusi-peluang-teoritis.html

Jumat, 04 November 2016

Pengantar Statiska PART II

DATA NILAI

Perhatikan contoh data hasil nilai pengerjaan tugas Matematika dari 40 siswa berikut ini.
66 75 74 72 79 78 75 75 79 71
75 76 74 73 71 72 74 74 71 70
74 77 73 73 70 74 72 72 80 70
73 67 72 72 75 74 74 68 69 80
dari data diatas, dapat dibuat tabel distribusi frekuensi sbb:
tabel distribusi frekuensi
Istilah-istilah yang banyak digunakan dalam pembahasan distribusi frekuensi bergolong atau distribusi frekuensi berkelompok antara lain sebagai berikut.

a. Interval Kelas
Tiap-tiap kelompok disebut interval kelas atau sering disebut interval atau kelas saja. Dalam contoh sebelumnya memuat enam interval ini.
65 – 67 → Interval kelas pertama
68 – 70 → Interval kelas kedua
71 – 73 → Interval kelas ketiga
74 – 76 → Interval kelas keempat
77 – 79 → Interval kelas kelima
80 – 82 → Interval kelas keenam

b. Batas Kelas
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas, angka 65, 68, 71, 74, 77, dan 80 merupakan batas bawah dari tiap-tiap kelas, sedangkan angka 67, 70, 73, 76, 79, dan 82 merupakan batas atas dari tiap-tiap kelas.

c. Tepi Kelas (Batas Nyata Kelas)
Untuk mencari tepi kelas dapat dipakai rumus berikut ini.
Tepi bawah = batas bawah – 0,5
Tepi atas = batas atas + 0,5
Dari tabel di atas maka tepi bawah kelas pertama 64,5 dan tepi atasnya 67,5, tepi bawah kelas kedua 67,5 dan tepi atasnya 70,5 dan seterusnya.
 
e. Titik Tengah
Untuk mencari titik tengah dapat dipakai rumus:
Titik tengah = 1/2 (batas atas + batas bawah)
Dari tabel di atas: titik tengah kelas pertama = 1/2(67 + 65) = 66 titik tengah kedua = 1/2(70 + 68) = 69 dan seterusnya.

Distribusi Frekuensi Kumulatif
Tabel distribusi kumulatif ada dua macam, yaitu:

a.Tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari (menggunakan tepi atas)

b.Tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari (menggunakan tepi bawah)


Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh data berikut ini.
tabel distribusi kumulatif
Dari tabel di atas dapat dibuat daftar frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari seperti berikut.
tabel distribusi frek. kumulatif lebih dari dan kurang dari
Penjelasan cara pembuatan tabel:
Untuk membuat tabel distribusi frekuensi kumulatif kurang dari, kita menggunakan tepi atas.
Kelas pertama memakai tepi atas kelas pertama, kelas kedua memakai tepi atas kelas kedua, dan seterusnya.
  • Kelas pertama tepi atasnya adalah 45,5, sehingga frekuensi kumulatif data kurang dari 45,5 adalah frekuensi kelas pertama, yaitu 3.
  • Kelas kedua tepi atasnya adalah 50,5, sehingga frekeunsi kumulatif data kurang dari 50,5 adalah frekuensi kelas pertama + frekuensi kelas kedua, yaitu 3+6=9.
  • Kelas ketiga tepi atasnya adalah 55,5, sehingga frekuensi kumulatif data kurang dari 55,5 adalah frekuensi kelas pertama + frekuensi kelas kedua + frekuensi kelas ketiga, yaitu 3+6+10=19.
  • Begitu seterusnya sampai kelas keenam.


Untuk membuat tabel distribusi frekuensi kumulatif lebih dari, kita menggunakan tepi bawah.
Kelas pertama memakai tepi bawah kelas pertama, kelas kedua memakai tepi bawah kelas kedua, dan seterusnya.
  • Kelas pertama tepi bawahnya adalah 40,5, sehingga frekuensi kumulatif data lebih dari 40,5 adalah frekuensi kelas pertama + frekuensi kelas kedua + frekuensi kelas ketiga + ... + frekuensi kelas keenam = 3+6+10+12+5+4 = 40.
  • Kelas kedua tepi bawahnya adalah 45,5, sehingga frekuensi kumulatif data lebih dari 45,5 adalah frekuensi kelas kedua + frekuensi kelas ketiga + ... + frekuensi kelas keenam = 6+10+12+5+4 = 37.
  • Begitu seterusnya sampai kelas keenam.
DAFTAR PUSTAKA
http://zaneta9bp2.blogspot.co.id/p/contoh-tabel-distribusi-frekuensi_2795.html